Menengok Tiga Opsi Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia, Nomor 3 Bisa Berujung Pailit

Suparjo Ramalan
Kantor Pusat Garuda Indonesia. (Foto: dok iNews)

1. Restrukturisasi Out of Court 

Opsi ini mendorong manajemen Garuda Indonesia memberikan penawaran yang berbeda kepada setiap lessor. Adapun jumlah lessor emiten yang mencapai 32 perusahaan. 

Dengan opsi ini, tidak ada jangka waktu pelunasan utang yang harus dipenuhi Garuda, hingga ketiadaan biaya pengadilan. Namun di lain sisi, manajemen Garuda Indonesia perlu mengajukan moratorium kepada kreditur, lalu melakukan negosiasi dengan masing-masing kreditur, hingga perlakuan tidak setara (unequal treatment) antara kreditur potensial. Adapun Poin terakhir ini berisiko pada tuntutan hukum di kemudian hari.

2. Restrukturisasi In Court

Opsi ini memberi peluang bagi Garuda Indonesia untuk mengikat seluruh krediturnya, untuk mengakhiri atau melakukan negosiasi ulang perjanjian sewa yang memberatkan, kemudian adanya rencana perdamaian yang tidak perlu disetujui oleh seluruh kreditur. 

Namun restrukturisasi in court membutuhkan biaya cukup besar, hingga potensi berisiko pailit. Meski begitu, pemegang saham cenderung lebih memilih opsi in court

"Kami cenderung mendorong ini menjadi restrukturisasi in court. Ini kita sedang diskusikan, apakah opsi utamanya menjadi restrukturisasi in court," ujar Tiko. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Ungkap Restrukturisasi Utang Whoosh Berjalan Lambat: Administrasinya Lelet!

57 tahun lalu

Prabowo Mendadak Panggil Dirut Garuda ke Istana, Ada Apa?

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap Restrukturisasi Proyek Kereta Cepat Whoosh Rampung, Segera Diumumkan

57 tahun lalu

Garuda Indonesia Resmi Naikkan Harga Tiket Pesawat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal