Menakar Strategi Krakatau Steel ketika Indonesia Kebanjiran Baja Impor

Suparjo Ramalan
Presiden Joko Widodo saat meresmikan pabrik baja lembar panas ke-2 atau hot strip mill #2 (HSM2) milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, di Cilegon, Banten, pada  21 September 2021. (Foto: dok iNews)

"Upaya perbaikan terus dilakukan agar pengguna besi dan baja nasional dapat beralih ke produk domestik, sehingga secara perlahan-lahan impor baja bisa ditekan," ungkap Silmy Karim.

Menakar strategi Krakatau Steel tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan operasional pabrik HSM2 bisa menahan laju impor baja, terutama jenis HRC. 

"Meski demikian, volume logam paduan asal negara asing belum dapat dicegah penuhnya," ujar Tauhid, kepada iNews,id, di Jakarta, Rabu (23/8/2023). 

Tauhid mengungkapkan, konsumsi baja nasional pada 2022 berada di kisaran 16 juta ton, bahkan diperkirakan naik menjadi 17 juta ton hingga akhir 2023. Tren kenaikan ini seiring dengan pengerjaan proyek strategi nasional (PSN), pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan kebutuhan atas proyek infrastruktur serta energi yang digarap pihak swasta. 

"Walaupun permintaan pasar meningkat, kebutuhan logam dasar justru belum seluruhnya dapat dipasok oleh produsen baja di Tanah Air, termasuk Krakatau Steel," kata Tauhid.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Krakatau Steel (KRAS) Cetak Laba Bersih Rp353 Miliar di 2022 

57 tahun lalu

Jokowi Ulang Tahun ke-65, Prabowo Ucapkan Selamat

57 tahun lalu

Didit Prabowo Sowan ke Jokowi di Solo, Mensesneg Ungkap Tujuannya

57 tahun lalu

Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Tegaskan Berkas Perkara Lengkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal