“Kegiatan ini menjadi wadah yang diperlukan guna menjaga optimisme para pelaku UMKM mempromosikan produk-produk terbaiknya, sehingga nantinya dapat mendorong semakin kuatnya konsumsi domestik yang menjadi driver utama pertumbuhan GDP Indonesia. Maka kemudian berbagai upaya harus kita arahkan ke penguatan daya beli masyarakat, peningkatan konsumsi, penggunaan produk-produk dalam negeri. Hal tersebut yang harus didorong supaya benar-benar create job,” ucap Sunarso.
Produk-produk andalan sesuai dengan kategorinya tampak menarik terpajang di Area Taman, Kantor BRI Pusat, Jakarta, di antaranya ada kategori Fashion and Wastra yang salah satunya diwakili UMKM yang memberdayakan pengrajin sekitar untuk menenun dan mencelup material menjadi sebuah karya bernama Boolao.
Ada juga Cute Monster by Nindhita dengan produk yang diciptakan oleh anak berkebutuhan khusus yang memiliki passion menggambar dan sketching. Tak kalah menarik, ada Batik Bocah, UMKM yang memproduksi batik khusus anak dengan tampilan penuh warna dan kental akan motif khas dalam negeri.
Di kategori Food and Beverage ada brand yang menyediakan pilihan snack sehat dengan menggunakan bahan-bahan premium lokal vegan, bebas gluten, dan tidak mengandung pewarna atau pengawet (Casa Grata). Ada juga brand terkenal Makaroni Ngehe, UMKM yang telah berdiri sejak 2013 tersebut memberikan konsumen pengalaman menyantap jajanan tradisional dengan cita rasa luar biasa.
Dari kategori Accessories and Beauty, ada Hexagon, UMKM yang membuat perhiasan dari bahan daur ulang Polymer Clay yang pewarnaannya menggunakan make up yang sudah kadaluarsa, plastik daur ulang, kayu, dan akrilik yang dibentuk dengan potongan laser. Kemudian Gentala, produk jam tangan yang terbuat dari bahan dasar kayu dan resin dengan mencampurkan budaya lokal.