Untuk menutupi utangnya tersebut Sudono kemudian terpaksa melepas beberapa perusahaannya seperti PT Indocement Tunggal Perkasa, BCA, dan PT Indomobil Sukses Internasional.
Usai dilanda gelombang masalah tersebut, Sudono yang tidak mau berlama-lama terpuruk segera bangkit melalui perusahaan yang masih dimilikinya, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yang menghasilkan produk Indomie yang dikenal sampai di kancah dunia.
Sehingga pada tahun 2006, kiprah Sudono di dunia bisnis menemukan kejayaannya kembali. Bahkan, dia menduduki peringkat nomor 10 dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Kekayaannya pada saat itu ditaksir mencapai 800 juta dolar AS.
Sudono meninggal dunia pada 10 Juni 2012 dan mempercayakan bisnisnya kepada sang anak, Anthoni Salim.