Kisah Inspiratif Pengrajin Sepatu Kulit Bertahan di Tengah Maraknya Impor Murah asal China

Muhammad Refi Sandi
pengrajin sepatu kulit asal Depok (Foto: iNews.id/Refi Sandi)

Adha mengatakan dulu saat sebelum sepi peminat sempat memiliki 10 karyawan untuk mengerjakan ratusan pasang sepatu kulit per bulan. Sayang, kini ia hanya mempekerjakan karyawan lepas dan mengerjakan sepatu untuk pesanan saja, serta menunggu stok berkurang dulu.

"Dulu sampai sempat 10 karyawan. Pesanan banyak buat toko juga. Harga dari saya berapa terserah dia jual berapa yang penting cash. Produksi dulu per bulan bisa sampai 500 sampai 600 pasang per bulan. Dulu penjualannya cepat, sekarang mah teler," ucap dia.

Lebih lanjut, Adha membeberkan kunci sukses bertahan meski gempuran produk sepatu China yang lebih murah terus menghantam usahanya. Adalah tidak pernah berutang ke bank dan ngontrak

Pasalnya, selama 37 tahun berprofesi sebagai pengrajin dan penjual sepatu kulit lokal dan melewati badai krisis moneter 1998 silam, ia tak pernah meminjam modal ke bank.

"Kuncinya tidak ngutang di bank saja. Soalnya kalau ngutang di bank kita ngejar-ngejar pembayarannya. Sudah itu tidak ngontrak. Jalanin saja putar-putar, mending ngutang di toko bahan," kata Adha.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Warganet Bisa Terhubung Langsung dengan Dubes RI di China saat Situasi Kritis Berkat Unggahan Threads

Internasional
3 hari lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
5 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
6 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal