Kepala Bappenas soal Family Office: Tak Selamanya Kita Harus Berikan Insentif Fiskal

muhammad farhan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menilai kebijakan Family Office jangan dikaitkan dengan insentif fiskal. (Foto: Ist)

Untuk itu, Suharso mengatakan kebijakan FO seharusnya difokuskan pada kemudahan tinggal bagi orang-orang super kaya yang ingin hidup nyaman di Indonesia. Dia memandang orang-orang super kaya tersebut tidak perlu lagi diberikan insentif fiskal atau pajak.

"Tapi kalau mereka dikasih kemudahan, bisa tinggal, bisa mendapatkan green card, kemudian kalau mereka mau bayar pajak di kita malah, kemudian dia ingin menyumbang, bikin profit negara. Jadi, orang kaya itu tidak perlu dikasih insentif pajak," tuturnya.

"Karena di negaranya dia pasti kena tax sudah. Nah dia kesini ya dikasih kemudahan, dia senang menjadi family ini, why not? tidak apa-apa," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, terdapat dua opsi lokasi untuk pembangunan Family Office, yaitu di Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Luhut menjelaskan, Bali masuk dalam opsi karena sebelumnya sudah terbangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sedangkan IKN ke depannya akan menjadi pusat pemerintahan baru dan diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru bagi Indonesia terutama untuk bagian timur.

"Kita sudah studi betul-betul, misalnya di Bali, kan ada 2 KEK, Kura-kura bali dan Sanur, kemudian juga IKN jadi pilihan, nah ini sekarang sedang kita garap lah dengan cermat," ucap Luhut melalui unggahan di akun instagram pribadinnya, Senin (1/7/2024).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Keuangan
1 hari lalu

Simak IG Live MNC Sekuritas: Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian, Sore Ini

Bisnis
2 hari lalu

Bidik Investasi Jadi Lifestyle, MNC Sekuritas Resmi Hadir di Kawasan Hits Bandung Dago

Keuangan
3 hari lalu

MNC Sekuritas Gelar Seminar Tingkatkan Literasi Investasi Mahasiswa Universitas Nasional

Nasional
3 hari lalu

Investasi Perusahaan Swiss dan AS Terhambat, Purbaya Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal