Kementan: Indonesia Tidak Impor Babi dari China

Antara
Babi. (Foto: ilustrasi/iNews.id)

Terkait dengan virus flu babi tipe baru, Agus mengatakan, Kementan telah meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan.

"Kalau penyakit ini lalu lintasnya barang dari material babi. Kalau lalu lintas babi hidup, biasanya lewat pelabuhan internasional, untuk produk babi bisa pelabuhan bisa bandara tergantung jumlahnya," kata dia.

Agus menambahkan pengawasan terhadap produk babi telah dilakukan sejak merebaknya kasus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika pada tahun lalu di China. Dari sisi penumpang, penutupan larangan terbang dari China menurunkan risiko masuknya produk.

"Sejak kasus ASF, kita sudah siap karena setiap penumpang dari China di bandara yang membawa produk babi, pasti kita tahan, kita uji, kemudian kita musnahkan. Namun dengan adanya penutupan karena Covid-19, ini sedikit menurunkan risiko penyebaran," kata Agus.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kementan Sebut Sektor Peternakan Punya Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

Pemerintah Siapkan Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal di Bawah Rp5 Miliar

57 tahun lalu

Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Cukupi Kebutuhan Nasional, Surplus 800.000 Ekor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal