Kementan: Indonesia Tidak Impor Babi dari China

Antara
Babi. (Foto: ilustrasi/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan saat ini tidak ada impor hewan babi dari China. Di negara itu, baru-baru ini ditemukan virus baru flu babi (swine flu) G4 EA H1N1 yang berpotensi menjadi pandemi baru.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementan, Agus Sunanto menjelaskan importasi hewan babi dilakukan dari Kanada dan AS. Namun, importasi itu hanya untuk pengadaan bibit sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan dari Kementan.

"Kalau hewan babi itu tidak ada dari China, kita impor babi dari Kanada dan AS, itu pun tidak rutin hanya terkait pengadaan bibit saja, mungkin tahun depan atau ketika ada kebijakan dari Kementerian Pertanian. Tapi sekarang ini belum ada," kata Agus, Selasa (7/7/2020).

Dia menjelaskan impor bibit babi dari Kanada dan AS tidak dilakukan secara rutin karena hanya untuk perbaikan genetika dan penambahan populasi babi.

Saat ini, kata dia, Indonesia justru rutin mengekspor babi ke Singapura. Setidaknya, 1.000 ekor babi diekspor setiap hari ke Singapura.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kementan Sebut Sektor Peternakan Punya Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

Pemerintah Siapkan Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal di Bawah Rp5 Miliar

57 tahun lalu

Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Cukupi Kebutuhan Nasional, Surplus 800.000 Ekor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal