"Hal ini dikarenakan masih tingginya permintaan dunia atas produk-produk pertambangan tersebut," kata dia.
Sementara itu, untuk komoditas konsentrat mangan dan komoditas pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
Adapun produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode April 2022 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) dengan harga rata-rata sebesar 3.629,42 dolar AS/WE atau naik sebesar 3,84 persen; konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen dan ≤ 1 persen TiO2) dengan harga rata- rata sebesar 127,90 dolar AS/WE atau naik sebesar 3,30 persen; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata sebesar 65,36 dolar AS/WE atau naik sebesar 3,30 persen; konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar 988,50 dolar AS/WE atau naik sebesar 2,73 persen.
Kemudian, konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata sebesar 1.116,82 dolar AS/WE atau naik sebesar 17,46 persen; konsentrat pasir besi (lamela magnetit- ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar 76,37 dolar AS/WE atau naik sebesar 3,30 persen; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata sebesar 502,48 dolar AS/WE atau naik sebesar 2,16 persen.
Berikunya, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata sebesar 1.523,48 dolar AS/WE atau naik sebesar 2,32 persen dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata sebesar 47,03 dolar AS/WE atau naik sebesar 10,35 persen.