Ke Bawah 6.000, IHSG Tertekan Isu BP Jamsostek dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Shelma Rachmahyanti
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah ke bawah level 6.000. (Foto: ilustrasi/Sindo)

Di dalam negeri, kata Riska, rencana BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) untuk mengurangi porsi investasi saham dan reksa dana menekan indeks. Menurut dia, porsi BP Jamsostek pada instrumen ini cukup besar, sehingga menjadi perhatian pelaku pasar.

“Porsi BPJS sendiri itu ada 23,9 persen ada di reksadana saham dan saham. Disampaikannya wacana mengenai pengurangan investasi saham ini turut berimbas pada saham-saham blue chip kita yang memang pada perdagangan kemarin juga mengalami penurunan yang signifikan," ujarnya.

Dari sisi global, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS bertenor 10 tahun juga berdampak pada arus modal asing ke Indonesia. Saat ini, yield sudah menyentuh 1,7 persen karena pelaku pasar global khawatir inflasi di AS akan bergerak lebih cepat sehingga memaksa The Federal Reserve mencabut kelonggaran moneter.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

IHSG Anjlok, BEI Sebut Fundamental Pasar Tetap Kokoh

57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Ambles ke 5.839, MINE-WEHA Pimpin Top Losers

57 tahun lalu

Lesu, IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 1,25 Persen

57 tahun lalu

Purbaya soal IHSG Anjlok ke Level Terendah sejak 2021: Jangan Takut, Fundamental Ekonomi Bagus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal