Kasus Gagal Ginjal Akut, YLKI Minta Usut Bahan Baku hingga Pemasaran Obat Sirup

Suparjo Ramalan
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, pemerintah perlu mengusut tuntas kasus gagal ginjal akut dari hulu hingga hilir. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah untuk mengusut tuntas kasus gagal ginjal akut pada anak. Kasus ini karena dampak cemaran etilen glikol dan deetilen glikol pada obat sirup.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menuturkan, pemerintah perlu mengusut tuntas kasus tersebut dari dari hulu hingga hilir. Pengusutan itu baik dari pasokan bahan baku obat, proses produksi, hingga ke pemasarannya. 

"Kasus masif ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan (regular inspection) pada aspek pre market control dan post market control yang dilakukan Badan POM tidak efektif," ujar Tulus dalam keterangan pers, Minggu (23/10/3022).

Tulus menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu mengevaluasi kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam hal pengawasan dan kebijakan.

Selain itu, perlu dilakukan pengawasan terhadap produsen dalam proses produksinya, sebab proses pembuatan obat mestinya mengacu pada aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Vape Ancam Jutaan Anak Indonesia, BPOM: Jangan Anggap Rokok Elektronik Lebih Aman

57 tahun lalu

Gawat! BPOM Ungkap 5 Juta Anak Indonesia Jadi Perokok Aktif

57 tahun lalu

Tak Bisa Sembarangan Lagi! BPOM Wajibkan Minimarket Punya Tenaga Terlatih untuk Jual Obat

57 tahun lalu

Bareskrim bakal Panggil Selebgram yang Viral Isap Tabung Whip Pink

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal