Jokowi-PM Selandia Baru Bahas Isu Ekonomi hingga Ajak Dukung Keketuaan RI di ASEAN 2023

Suparjo Ramalan
Presiden Jokowi-PM Selandia Baru Jacinda Ardern bertemu di sela-sela KTT APEC bahas isu ekonomi hingga ajak dukung Keketuaan RI di ASEAN 2023. Foto: Kementerian Perekonomian

Terkait isu transisi energi, dia mengundang pebisnis Selandia Baru untuk bekerja sama memanfaatkan potensi cadangan panas bumi di Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong transisi energi nasional. Kolaborasi dapat dilakukan melalui investasi pengembangan energi panas bumi serta kerja sama antara institusi Selandia Baru dengan BUMN Indonesia.

Dalam isu kerja sama kawasan, kedua pemimpin membahas perkembangan dinamika kawasan di Indo-Pasifik. Pada kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan rencana Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 yang akan mengambil tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth

Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan momentum Keketuaan ASEAN pada 2023 guna meningkatkan engagement ASEAN dengan negara-negara Pasifik.

“Saya ingin Selandia Baru dapat menjadi jembatan penghubung kemitraan antara ASEAN dan Pasifik di kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya.

PM Ardern dalam kesempatan tersebut menyampaikan selamat kepada Indonesia untuk memegang Keketuaan ASEAN pada 2023 dan menyatakan siap mendukung Indonesia di ASEAN tahun depan. PM Ardern juga mengharapkan agar kerja sama antara ASEAN dan Pasifik dapat difokuskan untuk mendukung upaya negara-negara Pasifik menghadapi perubahan iklim.

Pada pertemuan bilateral tersebut, Jokowi juga menyampaikan undangan kepada Selandia Baru untuk berpartisipasi pada acara Indo-Pacific Forum for Development yang akan diadakan pada Desember 2022 serta Indo-Pacific Infrastructure Forum yang merupakan salah satu flagship event pada Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023.

Di akhir pertemuan tersebut, PM Arden juga menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia. Selanjutnya kedua pemimpin negara juga membahas isu lain seperti Ukraina, stabilitas di Laut China Selatan, penanganan penyakit kuku dan mulut, serta proyeksi perekonomian di masing-masing negara.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
8 hari lalu

Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi di PTUN Dicabut, Ini Alasannya

11 hari lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

12 hari lalu

Tiba di Pengadilan Jakarta Timur, Dokter Tifa Siap Bacakan Eksepsi 37 Halaman

13 hari lalu

Jokowi Siap Penuhi Panggilan Hakim dan Bawa Ijazah Asli ke Persidangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal