Turunnya pabrik-pabrik atau produsen pakaian yang menjual langsung ke platform perdagangan online itu yang membuat harganya bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan yang dijajakan di toko. Mengingat pedagang toko sendiri juga mengambil margin dari hasil jualannya.
"Memang pada akhirnya para pedagang kita yang sebagian besar barangnya bukan barang sendiri tapi barang ngambil dari pabrikan, itu akhirnya lama-kelamaan mati," kata Tauhid.
Kondisi demikian dirasakan langsung oleh salah seorang pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ridho (25). Di Tanah Abang, Ridho berjualan berbagai jenis pakaian Perempuan.
Saat ini tingkat kunjungan masyarakat ke Pasar Tanah Abang diakuinya sangat menurun drastis, hal itu akhirnya berdampak pada volume penjualan harian hingga pendapatan.
Ridho mengaku sebelum pandemi Covid-19, tingkat kunjungan masyarakat ke Pasar Tanah Abang cukup tinggi. Bahkan satu potong pakaian yang dijualnyaa Ridho masih mampu mengambil selisih keuntungan hingga Rp50 ribu untuk satu pakaian.