Hindari Gagal Bayar, Sri Lanka Bakal Tangguhkan Pembayaran Utang Luar Negeri

Aditya Pratama
Gubernur Bank Sentral Sri Lanka P. Nandalal Weerasinghe. (Foto: https://www.cbsl.gov.lk/)

Weerasinghe mengatakan, tindakan tersebut diambil dengan itikad baik. Dia juga menekankan bahwa negara berpenduduk 22 juta orang itu tidak pernah gagal membayar utangnya.

"Ini untuk sementara sampai kami mencapai kesepakatan dengan kreditur dan dengan dukungan program dengan IMF," ucapnya. 

"Kita perlu fokus pada impor penting dan tidak perlu khawatir tentang pembayaran utang luar negeri," sambungnya.

Analis J.P. Morgan memperkirakan pembayaran utang bruto Sri Lanka akan mencapai 7 miliar dolar AS pada tahun 2022 dan defisit transaksi berjalan sekitar 3 miliar dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, karena Pasti Ada Rente!

57 tahun lalu

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik, Tekan Lonjakan Harga

57 tahun lalu

Impor RI Melonjak 22,49% pada April 2026, Tembus 25,21 Miliar Dolar AS

57 tahun lalu

KPK Dalami Kasus Suap Impor Barang, Periksa 20 Perusahaan Pengiriman 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal