Hindari Gagal Bayar, Sri Lanka Bakal Tangguhkan Pembayaran Utang Luar Negeri

Aditya Pratama
Gubernur Bank Sentral Sri Lanka P. Nandalal Weerasinghe. (Foto: https://www.cbsl.gov.lk/)

Weerasinghe mengatakan, tindakan tersebut diambil dengan itikad baik. Dia juga menekankan bahwa negara berpenduduk 22 juta orang itu tidak pernah gagal membayar utangnya.

"Ini untuk sementara sampai kami mencapai kesepakatan dengan kreditur dan dengan dukungan program dengan IMF," ucapnya. 

"Kita perlu fokus pada impor penting dan tidak perlu khawatir tentang pembayaran utang luar negeri," sambungnya.

Analis J.P. Morgan memperkirakan pembayaran utang bruto Sri Lanka akan mencapai 7 miliar dolar AS pada tahun 2022 dan defisit transaksi berjalan sekitar 3 miliar dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Bea Cukai Buka Suara soal Nama Dirjen Djaka Budi Muncul di Kasus Suap Impor

Nasional
10 hari lalu

Pemerintah Siapkan CNG untuk Gantikan Gas Melon, Tekan Impor LPG

Nasional
11 hari lalu

Mentan Amran Tegaskan RI Swasembada Beras, Hanya Impor Khusus Basmati

Nasional
18 hari lalu

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Produk Plastik 6 Bulan ke Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal