"Kami senang kami menemukan pembeli yang cocok. Kami yakin ini adalah pihak yang dapat diandalkan. Kami senang proses ini berakhir dan bisa meninggalkan Rusia," tuturnya.
Seperti diketahui, banyak perusahaan multinasional berbondong-bondong meninggalkan Rusia setelah Barat menjatuhkan sanksi terhadap Moskow, namun Kremlin membalas dengan menyita beberapa aset perusahaan.
Beberapa perusahaan asing yang mencoba keluar dari Rusia menghadapi lonjakan biaya yang besar karena Moskow menuntut diskon yang lebih besar terhadap harga aset yang ingin mereka jual, menurut tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Pada bulan Juli, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit untuk mengambil alih anak perusahaan pembuat yoghurt Prancis Danone di Rusia bersama dengan saham produsen bir Carlsberg di perusahaan lokal.
Selain itu, Anheuser-Busch InBev juga mengatakan pihaknya berencana untuk keluar dari usaha patungannya di Rusia dengan Efes Turki.