Harga Minyak Mentah Melesat usai The Fed Beri Sinyal Penurunan Suku Bunga

Aditya Pratama
Harga minyak mentah melesat 2 persen pada perdangan hari Jumat atau akhir pekan setelah indikasi penurunan suku bunga oleh The Fed. (Foto: Freepik)

Pada hari Jumat, Powell menyampaikan dukungan pelonggaran kebijakan The Fed. Dia mengatakan bahwa pendinginan lebih lanjut di pasar kerja tidak akan disambut baik dan menyatakan keyakinannya bahwa inflasi berada dalam jangkauan target bank sentral AS sebesar 2 persen.

"Risiko kenaikan inflasi telah berkurang, dan risiko penurunan lapangan kerja telah meningkat," ucap Powell dalam pidato di konferensi ekonomi tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole, Wyoming. 

"Sudah waktunya bagi pemangku kebijakan untuk menyesuaikan diri. Arah perjalanan sudah jelas, dan waktu serta kecepatan pemotongan suku bunga akan bergantung pada data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko," tuturnya.

Sementara, indeks dolar AS melemah menjadi sekitar 101,45 menjelang pidato tersebut. Dolar AS yang lebih murah biasanya meningkatkan permintaan minyak berdenominasi dolar dari investor yang memegang mata uang lain.

Morgan Stanley mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Jumat bahwa penurunan persediaan minyak telah sedikit mendukung harga minyak.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Bergerak Menuju Rp17.800 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

57 tahun lalu

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan Pekan Depan, Berpotensi Sentuh Rp17.850 per Dolar AS

57 tahun lalu

Bahlil Ungkap Rencana Bentuk KEK untuk Bangun Gudang Minyak Raksasa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal