Harga Minyak Mentah Melesat usai The Fed Beri Sinyal Penurunan Suku Bunga

Aditya Pratama
Harga minyak mentah melesat 2 persen pada perdangan hari Jumat atau akhir pekan setelah indikasi penurunan suku bunga oleh The Fed. (Foto: Freepik)

"Untuk saat ini, keseimbangan di pasar minyak ketat, dengan persediaan berkurang sekitar 1,2 juta barel per hari dalam empat minggu terakhir, yang kami perkirakan akan terus berlanjut hingga akhir (kuartal ketiga)," tulis bank tersebut.

Data terbaru dari China, negara pengimpor minyak terbesar, menunjukkan ekonomi yang sedang terpuruk dan permintaan minyak yang melambat dari kilang minyak. Dorongan baru untuk gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas juga membantu meredakan kekhawatiran pasokan dan membebani harga minyak.

Perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi untuk minggu kedua berturut-turut. Jumlah rig minyak tidak berubah pada 483 minggu ini, sementara rig gas turun satu menjadi 97.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Bergerak Menuju Rp17.800 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

57 tahun lalu

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan Pekan Depan, Berpotensi Sentuh Rp17.850 per Dolar AS

57 tahun lalu

Bahlil Ungkap Rencana Bentuk KEK untuk Bangun Gudang Minyak Raksasa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal