Harga Minyak Dunia Naik Lagi, G7 Sepakat Embargo Minyak Rusia

Dinar Fitra Maghiszha
Perusahaan minyak Rusia. (Foto: Reuters)

Kenaikan harga minyak diperkirakan akan terbatas menyusul kekhawatiran atas inflasi dan resesi yang dapat mengurangi permintaan global.

"Kekhawatiran resesi, dan lockdown di China menjadi faktor utama sentimen yang menekan harga minyak," kata analis CMC Markets, Tina Teng, dilansir Reuters, Senin (9/5/2022).

Pasar keuangan global juga dihantui oleh kekhawatiran atas kenaikan suku bunga dan perpanjangan kebijakan pembatasan mobilitas di China.

"Penguncian yang sedang berlangsung di China dapat terus membebani harga minyak dalam jangka pendek," lanjut Teng. 

Diar juga menilai langkah pemangkasan harga yang dilakukan oleh Arab Saudi juga mencerminkan kekhawatiran atas permintaan minyak global.

Diketahui, Arab Saudi sebagai pengekspor minyak utama dunia, mengumumkan penurunan harga minyak mentah untuk Asia dan Eropa untuk kontrak Juni, pada Minggu (8/5/2022).

Sebagai informasi, pada pekan lalu Brent dan WTI sempat menguat dua pekan berturut-turut di tengah kekhawatiran pasokan setelah Komisi Uni Eropa (UE) mengusulkan embargo bertahap terhadap minyak Rusia sebagai bagian dari paket sanksi atas konflik di Ukraina. Proposal tersebut membutuhkan suara bulat di antara anggota UE.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Rontok Imbas AS-Iran Buka Peluang segera Berdamai

57 tahun lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

57 tahun lalu

Harga Minyak Naik, Rupiah Melemah, Barel Sulit Dicari: Bagaimana Strategi Indonesia Seharusnya?

57 tahun lalu

Situasi Geopolitik di Timur Tengah Tak Menentu, Harga Pelumas di Indonesia Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal