Adapun, tujuh perusahaan negara yang bergabung, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp2.174 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp1.965 triliun, dan PT PLN (Persero) Rp1.671 triliun.
Kemudian PT Pertamina (Persero) Rp1.412 trilun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp1.087 triliun, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp318 triliun, dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID Rp259 triliun.
Di samping, BP Danantara juga akan membawahi Indonesia Investment Authority (INA) dengan aset Rp163 triliun dan Special Mission Vehicle (SMV) yang saat ini di bawah Kementerian Keuangan.
"Kalau tidak dilakukan reformasi organisasi ke dalam Danantara itu mungkin ada tidak fleksibilitas ya. Fleksibilitas dalam arti ya jaminan aset kan dengan Danantara akan semakin gede ya. Lalu leverage semakin gede, investasi semakin gede. Baik dari sisi liability ataupun aset itu," katanya.