"Danantara harus menjadi bagian dari indonesia incorporated artinya: menjadi pilar bersama dengan APBN dan BUMN, menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang harapannya bisa mencapai 8 persen," tutur dia.
Untuk itu, strategi utama yang dilakukan dalam sisi financing terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk menopang pertumbuhan ekonomi, sumbernya tidak hanya dari APBN, tetapi dari non-APBN, investasi langsung hingga sektor swasta. Tercatat, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen.
"Nah, Danantara ini bagus di dalam rangka untuk meleverage fleksibilitas dalam pembiayaan investasi yang panjang. Di mana dalam Danantara kan ada 3 platform ya," kata dia
"Yang satu ada INA, yang dua ada lembaga-lembaga financing di pemerintah keuangan, yang tiga manajemen aset ya. Yang mana aset-aset dari pemerintah yang besar-besar yang bisa meleverage kapasitas untuk melakukan investasi yang panjang," ujarnya.
Sementara itu, pada tahap awal, BP Danantara akan menaungi tujuh BUMN dengan dana kelolaan yang diperkirakan mencapai 600 miliar dolar AS atau setara Rp9.520 triliun.