“Kemenparekraf berupaya memberikan dukungan kepada para pelaku parekraf yang mulai kembali bangkit ini agar mampu mengoptimalkan teknologi digital dalam mengomunikasikan produk dan layanan yang disediakan bagi pasar," ucap Diah.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menjadi harapan dan peluang bagi pelaku usaha untuk segera bergerak cepat dalam menjangkau permintaan pasar yang mulai muncul kembali pascapandemi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di sepanjang tahun 2022 mencapai 5,47 juta. Angka ini melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3,6 juta.
Melalui pelatihan ini diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas layanan usaha.
"Karena tentunya pascapandemi persepsi wisatawan akan mengalami pergeseran tren wisata, terutama perhatian dalam hal kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) yang semakin meningkat,” kata dia.