Diversifikasi Bisnis, Emiten Energi Ini Perkuat Sektor EBT hingga Kecerdasan Buatan

Aditya Pratama
Emiten energi grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital. (Foto: Dok. DSSA)

DSSA secara bertahap terus memperkuat portofolio EBT, khususnya pada sektor panas bumi dan tenaga surya, untuk menciptakan bauran energi yang lebih seimbang. Langkah ini menjadi strategis mengingat Indonesia memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi global, yang merupakan sumber baseload energi hijau paling andal dalam jangka panjang.

Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi 1 GW di KEK Kendal serta pengembangan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti. Dengan total potensi mencapai 440 MW, perusahaan kini tengah mengakselerasi eksplorasi di enam wilayah strategis, mulai dari Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, hingga Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah. 

Untuk memperkuat kapabilitas teknis dan operasional, DSSA juga menjalin kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia yang merupakan anak usaha Energy Development Corporation (EDC).

Selain itu, DSSA juga memperkuat bisnis di sektor infrastruktur digital dan teknologi seiring pertumbuhan ekonomi digital. Langkah tersebut diperkuat melalui kemitraan dengan iFLYTEK untuk mengakselerasi transformasi digital berbasis AI di Indonesia, termasuk pengembangan berbagai solusi AI (AI use-case) dan kapabilitas analitik berbasis LLM (Large Language Model) SPARK. 

CEO PT DSST Mas Gemilang, Marlo Budiman menuturkan, sinergi ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih cerdas dan efisien di berbagai sektor industri terutama di Kesehatan (healthcare), Pendidikan (Education) dan Telekomunikasi dan Digital Infrastruktur.

“Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujar Marlo.

Saat ini, DSSA juga mengoperasikan jaringan fiber optic sekitar 57.000 km, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia. Skala ini menjadi fondasi untuk memperluas akses digital di berbagai wilayah.
 
Untuk menangkap peluang tersebut, DSSA menjalankan berbagai inisiatif strategis, termasuk penguatan jaringan fiber melalui Moratelindo, pengembangan data center, serta eksplorasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Bisnis
8 jam lalu

Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten dengan Energi Transisi

Nasional
8 hari lalu

Melihat yang Tak Lagi Berarti Percaya: Krisis Kebenaran di Era Deepfake

Internet
18 hari lalu

Pro Kontra Penggunaan AI Prediksi Aset Digital, Investor Diminta Waspada

Nasional
19 hari lalu

Polisi Minta Masyarakat Tak Sebarkan Foto Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Hasil AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal