JAKARTA, iNews.id - Emiten energi grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital, salah satunya melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hal ini sekaligus menegaskan komitmen DSSA dalam mendukung kebutuhan makro Indonesia akan transisi energi serta konektivitas digital melalui sinergi infrastruktur digital dan transisi energi yang bertanggung jawab.
Komitmen ini diwujudkan melalui percepatan adopsi EBT, transformasi praktik pertambangan berkelanjutan, serta perluasan infrastruktur digital melalui solusi AI dan pemerataan akses informasi demi membangun masa depan Indonesia yang lebih hijau dan inklusif.
Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya menuturkan, sektor energi tetap menjadi fondasi bisnis Perseroan dengan fokus pada operasional yang efisien dan berkelanjutan. Strategi ini diwujudkan melalui penguatan sustainable mining practices, mulai dari peningkatan efisiensi energi hingga pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.
Langkah nyata ini telah diimplementasikan melalui akselerasi elektrifikasi armada operasional (EV fleets) di PT Borneo Indobara (BIB). Inisiatif tersebut tidak hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga memelopori transisi menuju green mining di sektor pertambangan.
Melalui adopsi teknologi ini, DSSA memastikan operasional tetap relevan dengan kebutuhan energi masa depan sekaligus secara aktif menekan emisi karbon.
“Pendekatan kami adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan," ucap Lokita dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/4/2026).
"Sejalan dengan itu, kami juga terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur,” tuturnya.