Dirut Bulog Prediksi Harga Beras Tetap Tinggi, Ini Penyebabnya

Suparjo Ramalan
Perum Bulog memprediksi harga beras di pasaran akan tetap tinggi atau sulit kembali ke posisi normal karena meningkatnya biaya produksi di tingkat petani. (Foto: iNews.id/Ilham Nugraha)

JAKARTA, iNews.id - Perum Bulog memprediksi harga beras di pasaran akan tetap tinggi atau sulit kembali ke posisi normal. Hal ini disebabkan meningkatnya biaya produksi di tingkat petani.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi menjelaskan, meski bukan harga resmi, biaya produk gabah kering giling (GKG) di petani sudah naik menjadi Rp4.700 per kilogram (kg). 

"Perkiraan saya, ini tentu bukan angka resmi, biaya produksi petani sekarang sudah naik, kurang lebih Rp4.700 per kg," ujar Bayu saat media briefing Bicara BUMN di Jakarta, dikutip, Selasa (19/3/2024). 

Dari komponen biaya produksi GKG, Bayu menuturkan, paling besar berasal dari biaya tenaga kerja. Itu karena dihitung dari olah tanah, tanam, hingga panen. Itu karena tingginya biaya produksi mendorong kenaikan harga beras. 

Dia mencatat, 50 persen biaya produksi gabah kering giling dialokasikan untuk ongkos pekerja. Selain itu, petani juga menghitung biaya sewa lahan, pupuk, dan benih. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Pastikan Tidak Ada Impor untuk Konsumsi

57 tahun lalu

Bahlil Buka Opsi Revisi Harga Batu Bara PLN di Tengah Kendala Pasokan

57 tahun lalu

Brutal! Kelompok Bersenjata Serbu Ladang di Nigeria, Tembak Mati 17 Petani

57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal