Dirut Bulog Prediksi Harga Beras Tetap Tinggi, Ini Penyebabnya

Suparjo Ramalan
Perum Bulog memprediksi harga beras di pasaran akan tetap tinggi atau sulit kembali ke posisi normal karena meningkatnya biaya produksi di tingkat petani. (Foto: iNews.id/Ilham Nugraha)

Saat ini biaya produksi GKG masih stabil, meski Bayu memperkirakan ongkos akan lebih tinggi ke depannya. Dia mencatat, bila ada harga gabah lebih rendah itu merupakan jenis gabah basah lantaran masih musim hujan. 

"Kalau harga gabah naik, maka harga beras tidak akan bisa serendah sebelum terjadi perubahan ini. Berapa perhitungannya saya tidak tahu, nanti apalah Bapanas atau BPS yang menentukan. Bayangannya, harga beras akan bertahan tidak akan serendah seperti sebelumnya," tuturnya. 

Sebelumnya, DPR meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering giling. Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyebut kenaikan diperlukan karena biaya produksi gabah kering giling per kilogram mengalami kenaikan menjadi Rp5.500.

Meski tidak menafikan bahwa kenaikan HPP GKG akan memperluas inflasi, Sudin menilai Kementan dan Bapanas berani ambil sikap untuk menaikan harga pembelian pemerintah.

“Karena kemarin saya diskusi sama orang IPB itu sudah mencapai Rp5.500 biaya produksi per kilo (GKG), komersial. Jadi saran saya kepada pemerintah kalau memang biaya produksinya tinggi, naikan saja HPP-nya,” ucap Sudin saat rapat kerja beberapa waktu lalu.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Serapan Beras Naik 700 Persen di Awal 2026, Pemerintah Buka Peluang Ekspor

Nasional
3 hari lalu

BPS Proyeksi Produksi Beras Tembus 10,16 Juta Ton pada Januari-Maret 2026

Nasional
8 hari lalu

Kapolri Teken MoU dengan Pupuk Indonesia terkait Distribusi: Agar Tepat Sasaran

Nasional
8 hari lalu

Harga Beras hingga Cabai Keriting Turun 29 Januari 2026, Ini Rinciannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal