Dirut Bulog Prediksi Harga Beras Tetap Tinggi, Ini Penyebabnya

Suparjo Ramalan
Perum Bulog memprediksi harga beras di pasaran akan tetap tinggi atau sulit kembali ke posisi normal karena meningkatnya biaya produksi di tingkat petani. (Foto: iNews.id/Ilham Nugraha)

"Faktor yang membuat harga gabah itu dari ongkos biaya pekerja hampir sekitar 50 persen, lalu ada sewa lahan, pupuk, dan benih," ucapnya.

Saat ini biaya produksi GKG masih stabil, meski Bayu memperkirakan ongkos akan lebih tinggi ke depannya. Dia mencatat, bila ada harga gabah lebih rendah itu merupakan jenis gabah basah lantaran masih musim hujan. 

"Kalau harga gabah naik, maka harga beras tidak akan bisa serendah sebelum terjadi perubahan ini. Berapa perhitungannya saya tidak tahu, nanti apalah Bapanas atau BPS yang menentukan. Bayangannya, harga beras akan bertahan tidak akan serendah seperti sebelumnya," tuturnya. 

Sebelumnya, DPR meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering giling. Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyebut kenaikan diperlukan karena biaya produksi gabah kering giling per kilogram mengalami kenaikan menjadi Rp5.500.

Meski tidak menafikan bahwa kenaikan HPP GKG akan memperluas inflasi, Sudin menilai Kementan dan Bapanas berani ambil sikap untuk menaikan harga pembelian pemerintah.

“Karena kemarin saya diskusi sama orang IPB itu sudah mencapai Rp5.500 biaya produksi per kilo (GKG), komersial. Jadi saran saya kepada pemerintah kalau memang biaya produksinya tinggi, naikan saja HPP-nya,” ucap Sudin saat rapat kerja beberapa waktu lalu.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Pastikan Tidak Ada Impor untuk Konsumsi

57 tahun lalu

Bahlil Buka Opsi Revisi Harga Batu Bara PLN di Tengah Kendala Pasokan

57 tahun lalu

Brutal! Kelompok Bersenjata Serbu Ladang di Nigeria, Tembak Mati 17 Petani

57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal