Tidak hanya itu, pengguna BRImo juga memungkinkan transaksi QRIS menggunakan sumber dana dari Kartu Kredit BRI, memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi nasabah dalam memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, pengembangan BRImo sebagai super apps tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mencerminkan kesiapan BRI dalam mengelola pertumbuhan layanan digital secara berkelanjutan.
“Keberhasilan mobile banking ditentukan oleh kemampuannya memenuhi kebutuhan pengguna secara presisi, menjaga stabilitas performa, dan mempertahankan kualitas layanan," kata Saladin.
Pertumbuhan impresif BRImo salah satunya dengan peningkatan total pengguna mencapai 42,7 juta user hingga Juni 2025, atau naik 7,5 juta user dibanding tahun lalu. Di tengah akselerasi digitalisasi, BRImo menjadi kanal utama layanan keuangan digital BRI yang menyediakan fitur lengkap dan terintegrasi, mencakup pembayaran QRIS, transfer antarbank, serta pembelian produk investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan reksa dana.
BRI juga mencatat transaksi dari layanan digital banking mendominasi dengan mencapai 99,1 persen. Sementara itu, sisanya atau kurang dari 1 persen masih bertransaksi di outlet konvensional.