“Pokoknya butuhnya apa yang menunjang kemajuan ini, okelah,” katanya.
Meski sudah berkembang, KWT Mawar 8 tetap memprioritaskan warga sekitar sebagai penerima manfaat utama. Hasil panen dijual dengan harga terjangkau dan sebagian juga dibagikan kepada warga maupun petugas lingkungan.
“Kalau panen selalu izin, ‘Bu, boleh gak kami bagi posyandu? Bu, boleh gak kami bagi security?’ jadi kita berbagi,” kata Yuliana.
Menurutnya, kualitas sayuran juga dijaga dengan serius agar warga mendapat hasil terbaik.
“Cara memberikan sayurannya tidak boleh ada yang kotor, tidak boleh ada ulatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Lie Vonny menambahkan KWT Mawar 8 saat ini mampu memperoleh pemasukan sekitar Rp2 juta per bulan dari hasil penjualan sayur. Meski belum besar, hasil tersebut sudah cukup memberi tambahan penghasilan bagi anggota kelompok.