Cara BRI Pasar Minggu Pertahankan UMKM saat Pandemi, dari Mantri hingga Relaksasi Kredit

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi petugas Bank BRI melayani nasabah UMKM di kantor di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Dok. BRI)

Selama dua tahun terakhir, kata Giri, pengembalian kredit oleh nasabah di lingkungan BRI Cabang Pasar Minggu memang sempat terimbas oleh pandemi Covid-19. Karenanya, sesuai kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihaknya memberikan restrukturisasi kredit kepada para pelaku UMKM. 

Di samping itu, itu BRI juga mengambil langkah relaksasi lain berupa debt readjustment alias penjadwalan ulang pembayaran pinjaman nasabah. Lewat kebijakan tersebut, BRI bahkan mempermudah para pelaku UMKM dengan menangguhkan pembayaran cicilan kredit hingga enam bulan.

“Karena kami menyadari, selama pandemi ini kita semua butuh berproses. Jadi selama enam bulan itu nasabah tidak dibebankan sama sekali untuk kewajiban. Pada bulan ketujuhnya, baru mereka bayar lagi,” ujar Giri.

Dia menuturkan, saat ini ada  19.000 debitur pinjaman yang menjadi nasabah di Kantor BRI Cabang Pasar Minggu. Mereka semua adalah pelaku UMKM.

Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persennya berhasil “naik kelas” selama masa pandemi ini. Kebanyakan dari mereka adalah pelaku UMKM yang memproduksi makanan dan minuman.

“Dalam keadaan apa pun, masyarakat tetap butuh makan dan butuh jajan. Ini mungkin yang membuat usaha makanan bisa lebih bertahan di masa-masa sulit ini,” kata Giri.

Salah satu nasabah BRI Cabang Pasar Minggu, Tya Salfianti mengamini hal itu. Menurut pedagang frozen food (makanan beku) itu, penjualannya selama pandemi Covid malah meningkat. Pasalnya, selama dua tahun ini banyak orang yang berdiam di rumah akibat pembatasan pergerakan sosial yang diterapkan pemerintah. 

“Selama di rumah, orang-orang mencoba berkreasi memasak sendiri makanan yang selama ini biasanya mereka jajan di luar. Makanan frozen food termasuk salah satunya,” kata Tya.

Perempuan itu sudah menjalani bisnisnya selama beberapa tahun. Sebelum pandemi Covid-19, dia hanya fokus pada kegiatan produksi. Namun, sejak 2020, Tya memutuskan untuk mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) lewat BRI dan mulai membuka toko di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
16 jam lalu

Dana Investor Asing Keluar dari Pasar Saham RI Tembus Rp11 Triliun sejak Januari

Bisnis
18 jam lalu

BEI dan OJK Gelar Pertemuan dengan MSCI Pekan Ini, Apa yang Dibahas?

Bisnis
21 jam lalu

BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap, Kini Bayar Transjakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah

Nasional
1 hari lalu

Langgar Aturan Pasar Modal, 2 Emiten Disanksi OJK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal