Menurut Jokowi, kesatuan untuk diartikan tidak ada perbedaan pendapat. Sebab katanya, sebagai negara yang memiliki beragam suku, budaya, bahasa dan agama bagi Indonesia kesatuan adalah sebuah harmoni dalam perbedaan.
"Termasuk di dalamnya perbedaan pendapat. Karena perbedaan pendapat justru menyuburkan demokrasi, justru menunjukkan bahwa kita sebagai keluarga memiliki kedudukan yang setara," tuturnya.
Kesetaraan saat ini, kata Jokowi, dirinya melihat sudah menjadi barang langka di dunia. Banyak ketidakadilan dan konflik terjadi akibat tidak adanya kesetaraan.
Namun ia menilai di kawasan Asia Tenggara justru berbeda. Sebab, kesetaraan dihormati dan dijunjung bersama.
"Tapi di ASEAN berbeda. Kesetaraan justru menjadi value utama yang kita hormati dan kita junjung bersama dalam bingkai persatuan dan kebersamaan sehingga kapal besar ASEAN dapat terus melaju," ucapnya.