Sarmudi mengatakan bantuan diberikan secara berkelanjutan kepada balita stunting selama tiga bulan. Makanan olahan lele dibagikan setiap pekan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak-anak penerima manfaat.
Perkembangan kondisi gizi balita penerima bantuan juga dipantau secara berkala oleh puskesmas setempat untuk mengukur efektivitas program.
“Misalkan ada lima balita stunting yang dibantu, ini selama tiga bulan dibantu setiap hari. Nanti makanan olahan lele itu diberikan untuk kebutuhan seminggu, lalu dibagikan lagi minggu berikutnya,” ujar Sarmudi.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan BRI senantiasa mendukung program pemerintah dalam mencegah dan menurunkan angka prevalensi stunting. Dukungan itu demi tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 2 yakni Tanpa Kelaparan.
Berbagai kegiatan pun telah dilakukan, meliputi pemberian paket nutrisi bergizi bagi anak stunting, paket makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta penyediaan antropometri kit guna mendukung pengukuran tumbuh kembang anak secara akurat di posyandu dan puskesmas. Setiap satu paket antropometri kit terdiri dari timbangan digital, timbangan bayi, infantometer, stadiometer, dan tensimeter digital.