Dia mengungkapkan bibit lele yang digunakan pada tahap awal pengembangan budidaya berasal dari bantuan BRI. Sementara pendanaan program penanganan stunting dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta.
Ikan lele yang telah dipanen kemudian diolah menjadi makanan bergizi bekerja sama dengan SMK Negeri 33 Jakarta. Lele kemudian diolah menjadi makanan beku atau frozen food dan dibagikan ke balita-balita stunting.
“Jadi dipanen lelenya dari sini, terus sama SMK 33 diolah. Nanti ada berapa balita stunting di Pegangsaan Dua ini, sasarannya itu balita stunting,” kata Sarmudi.
Menurut dia, lele hasil panen diolah menjadi produk makanan bergizi dengan komposisi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.
“SMK 33 kan mereka ada jurusan tata boga. Jadi mereka takaran gizinya sudah tahu, terus komposisinya sudah paham,” ujarnya.