Didukung oleh fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi biaya dana, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen YoY.
Hery menuturkan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh fundamental yang kuat serta konsistensi strategi dalam mendorong pertumbuhan yang sehat dengan tetap menjaga kualitas aset. BRI pun optimistis momentum ini akan terus berlanjut, seiring fokus perseroan pada penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, BRI akan terus mempertegas perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan. BRI akan memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi BRIvolution Reignite yang tengah kami lakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” katanya.