Bappebti Tetapkan 10 Persen Total Ekspor CPO Masuk Bursa Komoditi

Advenia Elisabeth
Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. (Foto: Advenia Elisabeth/MPI)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan kebijakan bursa berjangka komoditi atau dikenal dengan bursa Crude Palm Oil (CPO). Adapun, komoditas CPO dengan kode HS 15.111.000 saja yang masuk ke dalam bursa, dan hanya 10 persen dari total ekspor CPO. 

Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko mengatakan, dari 10 persen tersebut akan dijadikan price discovery, di mana pembeli dan penjual saling berinteraksi untuk mendapatkan harga. Setelah itu, ditarik menjadi price reference atau harga acuan.

"Jadi kalau saya mengilustrasikan dengan angka produksi CPO tahun lalu, misalnya saya bulatkan kira-kira hasil produksi CPO dan turunannya 50 juta ton. Tapi yang diekspor adalah 30 juta ton. Jadi yang 20 juta ton itu untuk keperluan di dalam negeri, baik untuk biodisel dan sebagainya," ujar Didid dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

"Dari 30 juta ton itu, HS 15.111.000 itu hanya sekitar 9,75 persen atau mendekati sekitar 3 juta ton. Inilah yang akan kami wajibkan untuk nanti ekspornya melalui bursa," sambungnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Vonis Eks Ketua PN Jaksel Diperberat Jadi 14 Tahun terkait Kasus Suap CPO

Nasional
6 hari lalu

Ekspor RI Naik 6,15 Persen Sepanjang 2025, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Nasional
22 hari lalu

Tarif Ekspor Tongkol dan Tuna ke Jepang Resmi 0 Persen, Simak Syarat Pengajuannya

Nasional
23 hari lalu

Baja Nirkarat RI Bebas Bea Masuk Anti-Dumping Turki, Peluang Ekspor Terbuka Lebar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal