Bank DKI Fokus Bentuk KUB dengan Bank NTT Sebelum IPO

Anggie Ariesta
PT Bank DKI mengungkapkan kembali rencana untuk melaksanakan IPO yang sempat tertunda. (Foto: Okezone)

Inarno pun belum bisa menyampaikan lebih rinci terkait pipeline Bursa Efek Indonesia atau BEI yang mengungkapkan ada dua perusahaan sektor finansial yang segera mencatatkan sahamnya sampai dengan 11 Oktober 2024.

Sebagai informasi, Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta, atau Bank DKI, sebelumnya dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum perdana saham yang digadang-gadang membidik dana senilai Rp2,25 triliun sampai dengan Rp3 triliun atau setara 150 juta dolar AS sampai dengan 200 juta dolar AS.

Saat itu, Bloomberg melaporkan IPO paling cepat bakal dilaksanakan 2023. Perusahaan dikabarkan menunjuk empat perusahaan sekuritas, yakni BCA Sekuritas, CIMB Sekuritas, Sucor Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Sebagai informasi, sejumlah BPD lainnya telah lebih dulu melantai di bursa seperti PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT BPD Jawa TImur Tbk (BJTM) dan PT BPD Banten Tbk (BEKS).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Istana Pastikan Pemilihan Calon Pimpinan OJK Lewat Pansel, Belum Ada Nama yang Disiapkan

Bisnis
8 jam lalu

OJK Cabut Izin BPR Bank Cirebon, LPS Mulai Proses Pembayaran Klaim

Nasional
1 hari lalu

Dana Investor Asing Keluar dari Pasar Saham RI Tembus Rp11 Triliun sejak Januari

Bisnis
1 hari lalu

BEI dan OJK Gelar Pertemuan dengan MSCI Pekan Ini, Apa yang Dibahas?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal