Balas Sanksi Barat, Rusia Larang Ekspor 200 Produk hingga Akhir 2022

Suparjo Ramalan
Balas sanksi Barat, Rusia larang ekspor 200 produk hingga akhir 2022. Foto: Reuters

Dia menuduh investor asing menciptakan kepanikan bagi warga sipil Rusia, yang sekarang bisa kehilangan mata pencaharian.

Adapun sebagian besar yang dibeli negara-negara Barat dari Rusia terdiri dari bahan mentah. Minyak dan gas, juga logam seperti aluminium dan nikel, belum lagi kalium dan fosfat, yang banyak digunakan dalam pupuk.

Konflik telah mendorong harga barang-barang tersebut naik tajam, di tengah kekhawatiran pasokan dapat terganggu. Jika harga tetap tinggi, itu akan menyebabkan kesulitan ekonomi, terutama di Uni Eropa.

Kendati demikian, larangan penjualan gerbong kereta api dan lokomotif dari Rusia tidak akan menyebabkan banyak kesulitan. Pembatasan penjualan mesin pertanian juga tidak akan dilakukan. Produk-produk ini diekspor, tapi ke negara-negara seperti Belarus dan Kazakhstan.

Sementara dimasukkannya kendaraan ke dalam daftar merupakan masalah bagi orang-orang seperti Stellantis, pemilik Vauxhall, Peugeot dan Citroen. Dia telah merencanakan untuk mengekspor van buatan Rusia ke Eropa dan bagian lain dunia.

Namun secara keseluruhan, dampak sanksi balasan terlihat lebih simbolis daripada signifikan. Pembatasan ekspor bahan mentah di sisi lain, jika Rusia akan memperkenalkannya dapat memiliki efek yang jauh lebih dramatis.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, akan ada "konsekuensi negatif untuk pasar pangan dunia karena sanksi Barat. Pasalnya, Rusia adalah produsen utama pupuk pertanian.

“Jelas bahwa pada saat-saat seperti itu permintaan masyarakat terhadap kelompok barang tertentu selalu meningkat, tetapi kami tidak ragu bahwa kami akan menyelesaikan semua masalah ini sambil bekerja dengan tenang,” ujar Putin.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

57 tahun lalu

Putin Sindir Negara Barat yang Yakin Ukraina Akan Menang Perang: Tunggu Saja!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal