Bahlil yakin mendatangkan industri besar menjadi salah satu cara memajukan Jawa Timur. Masuknya investasi besar seperti Pertamina-Rosneft akan menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak ganda ke daerah di sekitarnya.
Bahlil mengatakan, realisasi investasi di provinsi Jawa Timur sepanjang tahun lalu mencapai rekor. Di tengah pandemi Covid-19, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai Rp78,4 triliun. "Artinya sekalipun terjadi pandemi Covid-19, tapi realisasi investasi Jawa Timur itu lebih tinggi ketimbang tidak pandemi. Ini kondisinya," katanya.
Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi terbesar di Jawa Timur disumbang oleh Kabupaten Gresik (Rp70,4 triliun), Kota Surabaya (Rp64,0 triliun), Kabupaten Pasuruan (Rp48 triliun), dan Kabupaten Sidoarjo (Rp30,4 triliun).
“Secara kebetulan, Bupatinya ini kader Hipmi, baik Bupati Gresik maupun Bupati Sidoarjo. Walikotanya juga adalah anak muda. Saya punya keyakinan ke depan, Jawa Timur itu akan betul-betul ditopang oleh tiga daerah ini," ucap Bahlil.