10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Infrastruktur Jalan Tol Tingkatkan Konektivitas hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dani Jumadil Akhir
Pembangunan infrastruktur jalan tol pada 10 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi mampu meningkatkan konektivitas. (Foto: BPMI Setpres)

- Waktu tempuh 2,7 jam per 100 km dan kemantapan jalan 89,36 persen pada 2015
- Waktu tempuh 2,64 jam per 100 km dan kemantapan jalan 89,38 persen pada 2016
- Waktu tempuh 2,56 jam per 100 km dan kemantapan jalan 90,35 persen pada 2017
- Waktu tempuh 2,4 jam per 100 km dan kemantapan jalan 91,9 persen pada 2018
- Waktu tempuh 2,3 jam per 100 km dan kemantapan jalan 92,61 persen pada 2019
- Waktu tempuh 2,16 jam per 100 km dan kemantapan jalan 91,3 persen pada 2020
- Waktu tempuh 2,22 jam per 100 km dan kemantapan jalan 91,81 persen pada 2021
- Waktu tempuh 2,2 jam per 100 km dan kemantapan jalan 92,2 persen pada 2022
- Waktu tempuh 2,16 jam per 100 km dan kemantapan jalan 94,18 persen pada 2023

Jalan Layang Tol MBZ. (Foto: Istimewa)

Selain itu, infrastruktur jalan tol juga memunculkan peluang ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan dan bisa menekan waktu dan biaya logistik. Daya saing daerah juga meningkat dan dapat menggaet investor.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Trian Yuserma menyebut bahwa biaya pengiriman logistik di Indonesia saat ini sudah semakin murah, termasuk dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. Hal ini salah satunya tidak terlepas dari masifnya pembangunan infrastruktur selama pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Pastilah (murah), ya karena infrastruktur itu bagian penting dari proses kelancaran arus barang yang cepat, tepat, dan aman. Idealnya idealnya itu membawa manfaat buat kita semua," ujar Sekjen Asperindo Trian Yuserma.

Realisasi Pembangunan Jalan Tol

Presiden Jokowi menyampaikan, capaian pembangunan infrastruktur jalan tol selama 10 tahun kepemimpinannya sebagai pondasi dan peradaban baru bagi bangsa. Hal ini menjadi tonggak pembangunan Indonesia Sentris, yakni membangun dari pinggiran, membangun dari desa dan membangun dari daerah terluar.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kubu Roy Suryo Klaim Kasus Ijazah Jokowi Sudah Gugur, Sebut Tak Layak Disidangkan

57 tahun lalu

AHY Buka Peluang Kolaborasi Internasional, Bangun Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa

57 tahun lalu

Jokowi Sebut Nadiem Makarim Sosok yang Baik

57 tahun lalu

Kasusnya Segera Disidang, Roy Suryo: Polda Metro Kayaknya Didorong Termul yang Ngamuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal