Trik Membuat Gorengan Sehat dan Rendah Kolesterol, Cocok untuk Camilan Santai
Bahan kimia ini telah ditunjukkan dalam penelitian pada hewan dan dapat menyebabkan kanker. Saat membuat makanan yang digoreng, pastikan untuk menggunakan minyak yang sebagian besar terdiri dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal. Minyak jenis ini lebih stabil pada panas tinggi. Minyak kelapa adalah salah satu minyak paling sehat untuk menggoreng.
Menurut para ahli, kualitas minyak kelapa tetap kurang terpengaruh bahkan setelah 8 jam penggorengan terus menerus pada suhu 180 Celcius. Selain itu, lebih dari 90 persen asam lemak dalam minyak kelapa jenuh membuatnya tahan terhadap panas. Minyak kelapa juga dapat membantu menghilangkan lemak perut.
Lemak hewani, seperti lard, tallow, ghee, dan tetesan lemak, adalah pilihan yang baik untuk menggoreng karena mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh tunggal yang tinggi. Minyak sehat lainnya untuk menggoreng termasuk minyak zaitun, alpukat, kacang tanah.
Sebaliknya, seseorang harus menghindari minyak yang tidak boleh digunakan untuk menggoreng. Hindari minyak nabati yang tinggi asam lemak tak jenuh ganda untuk menggoreng, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak canola, minyak biji kapas, minyak safflower, minyak dedak padi, minyak biji anggur, minyak bunga matahari dan minyak wijen.
Minyak ini dapat menghasilkan sejumlah besar asam lemak teroksidasi dan senyawa berbahaya bila terkena panas tinggi. Selain itu ada pula beberapa hal yang perlu diingat saat membuat gorengan di rumah, di antaranya adalah: