Mengenal Saninten si Buah Langka, Punya Suami dan Dijuluki Rambutan Hutan
"Di gunung Ciremai, Saninten dianggap punya 'pasangan hidup' yakni pohon Pasang (Artocarpus sp). Masyarakat setempat meyakini pohon Pasang sebagai 'suami' dari Saninten. Diduga pohon Pasang memiliki peran penting dalam proses pembuahan Saninten," ungkap laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
Untuk bisa menikmati saninten, Anda harus berhadapan dengan pesaing tangguh seperti monyet, lutung, musang, dan hewan pemakan buah-buahan lainnya.
Tak hanya harus berebut dengan hewan, buah saninten sendiri susah tumbuhnya. Dikatakan, di laman KLHK, saninten berbuah hanya 2 tahun sekali.
"Kalaupun berbuah setiap tahun, biasanya berselang setahun buahnya kosong. Baru setahun kemudian berisi buahnya. Berarti anakan Saninten dari pohon induknya sulit didapat karena masa berbuahnya lama," tulis di laman KLHK.
"Ditambah lagi tiap bijinya ludes dimakan pemangsa. Padahal biji tersebut merupakan cikal bakal anakan. Kalau begitu, tak salah bila LIPI menyatakan tumbuhan ini langka," tambah laporan tersebut.
Editor: Vien Dimyati