Manfaat Madu dan Habbatussauda untuk Bantu Pemulihan Covid-19
Berdasarkan studi in vitro di Mesir, thymoquinone pada habbatussauda menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus SARS-CoV-2, serta mampu menghambat replikasi virus. Herbal yang terkenal dengan julukan ‘Penyembuh Segala Macam Penyakit’ ini juga teruji secara klinis dapat meningkatkan respons imun, mengurangi respons peradangan, serta membantu mengurangi efek samping dari konsumsi obat-obatan medis.
"Konsumsi madu selama masa pandemi juga dapat menjadi terapi tambahan Covid-19," katanya.
Studi in vitro menunjukkan, komponen chrysin, kaempferol, dan quercetin pada madu mampu menghambat masuknya virus ke sel inang dan menghambat replikasi virus. Uji praklinik ini juga menyebutkan, chrysin dan kaemferol membantu menghambat peradangan pada paru-paru.
Lebih lanjut dr. Afifah menerangkan, bahkan, penelitian di Pakistan menunjukkan kombinasi habbatussauda dan madu efektif mempercepat pemulihan pasien Covid-19.
Studi dilakukan pada 30 April - 29 Juli 2020, terhadap 313 pasien yang menderita Covid-19, di mana 210 pasien menderita gejala sedang dan 103 pasien menderita gejala berat.