Wisata Berkelanjutan di Sanggraloka Ubud, Penutup Tahun yang Menenangkan Jiwa

Lebih dari 70 persen tenaga kerja berasal dari Bresela dan Payangan, mendapatkan pelatihan hospitality berbasis budaya dan praktik ramah lingkungan. Rantai pasok juga diprioritaskan dari komunitas sekitar meliputi petani, perajin, dan pemandu budaya dengan perputaran ekonomi lokal yang diproyeksikan mencapai Rp1,2 miliar hingga Rp1,6 miliar per tahun saat resort mencapai kapasitas penuh.
Dengan operasional yang efisien, diversifikasi pendapatan, dan keterlibatan ekonomi lokal yang terukur, Sanggraloka menjadi contoh bagaimana model hospitality dapat menciptakan nilai komersial sekaligus sosial. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya memenuhi ekspektasi pasar modern, tetapi juga memperkuat daya saing, loyalitas tamu, dan stabilitas bisnis jangka panjang.
"Di tengah transformasi industri pariwisata yang menuntut diferensiasi dan tanggung jawab, Sanggraloka Ubud hadir sebagai luxury resort pilihan terbaik di Bali yang berkembang tanpa melepaskan akarnya pada komunitas dan lingkungan yang mendukungnya," kata I Wayan Lanus.
Editor: Muhammad Sukardi