Viral Desa Tenganan di Bali Disebut Perkampungan Militer oleh Bule, seperti Ini Suasananya!
"Nah, kebetulan di desa kami ini struktur desanya ini dinamakan Jaga Satru. Jaga artinya Waspada, Satru artinya Musuh. Jadi, waspada terhadap musuh," katanya.
I Nyoman Sandra menambahkan, bahkan menurut penduduk Desa Tenganan di masa lampau, desa mereka hanya memiliki 4 pintu masuk dan keluar. Jika ditarik secara garis dari pintu ke pintu tersebut akan membentuk pola atau 'tambah', di mana menjadi salah satu simbol sakral di Bali. "Jadi, desanya ini seperti benteng. Kalau zaman dulu katanya kalau orang masuk ke desa ini atau keluar, itu hanya melalui 4 gerbang yang ada di 4 pintu angin," kata I Nyoman Sandra.
"Nah, kalau ditarik garis dari pintu ke pintu, maka hasilnya tanda tambah. Tanda tambah di Bali adalah simbol yang disakralkan yang disebut Tapak Dara. Itu ditambahkan garis-garis pada ujung Tapak Dara itu jadilah dia Swastika," ujarnya.
Swasti memiliki makna sejathtera, 'aman, tentram dan damai'. Sementara, kata 'Tika' bermakna ’Itu’. "Itu apa yang dimaksud, tanda tambah. Tanda tambah ini lambang keseimbangan," ujar I Nyoman Sandra.
Dia menjelaskan, tak hanya struktur bangunan rumah-rumah yang saling berhadapan, Desa Tenganan dikenal sebagai Desa Militer karena lokasinya yang dikelilingi oleh bukit menjadi benteng bagi desa mereka. "Nah kembali sedikit tentang Jaga Satru. Memang secara fisik kami mempertahankan diri dengan Benteng seperti ini. Dan lokasi desa pun ini sudah dibentengi oleh bukit," tuturnya.