Tren Baru Bleisure, Meeting Sambil Healing di Bali
General Manager AYANA Bali, Giordano Faggioli, mengatakan perubahan kebutuhan penyelenggara acara menjadi alasan utama pengembangan fasilitas tersebut. Menurut dia, kini perusahaan tidak lagi sekadar mencari ruang rapat berkapasitas besar, tetapi juga pengalaman yang menyatu dengan destinasi wisata.
"Kami melihat semakin banyak penyelenggara acara yang mencari lebih dari sekadar venue. Mereka ingin menciptakan pengalaman yang menyatukan produktivitas, relaksasi, dan koneksi antarpeserta dalam satu destinasi. Grand Ballroom terbaru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat posisi kami sebagai destinasi event terpadu," ujar Giordano dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Konsep bleisure terus berkembang seiring berubahnya cara perusahaan memandang perjalanan bisnis. Jika dulu peserta konferensi harus berpindah-pindah lokasi dari hotel ke ruang rapat, lalu menuju restoran atau tempat hiburan, kini semuanya diharapkan dapat dilakukan dalam satu kawasan.
Model seperti ini dinilai lebih efisien karena menghemat waktu perjalanan, memudahkan koordinasi, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi peserta.
Di Bali, peserta konferensi dapat berpindah dari ruang pertemuan menuju area terbuka yang menghadap laut hanya dalam hitungan menit. Agenda formal pada siang hari bisa berlanjut menjadi sesi networking saat matahari terbenam, makan malam, hingga hiburan malam tanpa perlu meninggalkan kawasan resort.