Tips Manfaatkan Ruang Digital untuk Berkreasi bagi Pelaku Kreatif, Wajib Perhatikan Hal Ini!
"Mengapa itu bisa terjadi? Bisa saja disebabkan banyak yang belum paham tentang plagiarisme atau hak cipta. Selain itu, rendahnya minat baca dan tak paham tentang bagaimana mengutip sumber karya orang lain," kata Anshar, melalui keterangannya belum lama ini.
Anshar menguraikan sejumlah tips untuk mengantisipasi plagiarisme, seperti memeriksa file yang dicurigai sudah ada pemilik aslinya lewat YouTube, menggunakan alat yang disebut copyright match tool, atau menggunakan beragam aplikasi untuk melacak plagiarisme yang ada.
Sementara itu, dosen Universitas Darussalam Gontor, Bambang Setyo Utomo mengungkapkan ruang digital bisa menumbuhkan kreativitas bagi siapa saja. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan pemahaman mengenai hak cipta sehingga plagiarisme bisa dimitigasi sedini mungkin. Plagiarisme perlu dipahami dan dihindari agar terhindar dari beberapa hal buruk di masa mendatang.
,"Kenapa plagiarisme harus dihindari? Pertama, itu untuk menghindari tindak kejahatan pasalnya denda plagiarisme bisa mencapai Rp5 miliar yang disertai ancaman kurungan penjara. Kedua, untuk menjaga keaslian karya. Ketiga, untuk menghargai karya orang lain dan itu adalah perbuatan terpuji. Keempat adalah menjaga nama baik individu,” ujar Bambang.
Sebagai pemateri terakhir, Vice President Head of Marketing East Java Bali Nusa Tenggara PT Indosat Tbk, Heny Tri Purnaningsih menjelaskan, karya dapat memenuhi kategori plagiarisme apabila mengutip kalimat orang lain tanpa menyebut sumbernya, menggunakan gagasan orang lain tanpa menyebut sumbernya, mengakui tulisan, foto, atau video orang lain sebagai miliknya, atau melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain tanpa mengubah ide atau makna) tanpa menyebut identitas sumbernya.