Misteri Candi Peninggalan Mpu Sindok di Srigading Malang Menghadap ke Gunung Semeru
Bagian ratna atap candi ini berukuran 17 sentimeter x 17 sentimeter dengan posisi seluruhnya jatuh ke bawah dan ditemukan di dua sisi lokasi ekskavasi.
“Jadi candi ini dulu merupakan memiliki bagian tubuh dan atap yang runtuh, menutupi profil kaki di semua sisi candi. Ditemukan dua, satu di sini, satu di barat laut,” katanya.
Sementara penemuan lainnya yakni pengganjal relung, atau semacam pintu masuk ke tempat penyimpanan benda-benda bersejarah di candi. Pengganjal relung ini berupa batuan besar.
“Jadi di bagian tengah ini ada relung, tempat arca ini merupakan pengganjal relung. Kemudian ada dari bata di sini, dia pakai batu karena untuk relung, di bagian relung untuk nyimpan arca-arca, kayak jendela, tapi ada cekukan, dan di situ ada arca,” ujar Wicaksono.
Di hari terakhir ekskavasi didapatkan bentuk candi yang kian jelas menyerupai candi-candi Siwa yang ada di Dieng, Jawa Tengah, dimana dengan bentuk pondasi tidak begitu besar, tetapi di bagian badannya membesar.
“Kalau gaya Jawa Tengahan itu tambun, tanpa perut kaki nyambung. Itu membutuhkan material lebih banyak, ini material runtuhan yang terlihat di dinding-dinding tanah ini sangat banyak,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani