Misteri Candi Peninggalan Mpu Sindok di Srigading Malang Menghadap ke Gunung Semeru
Ekskavasi lanjutan diperlukan untuk mengetahui luasan dan bentuk, serta kaitannya dengan pelestarian bangunan candi agar tidak kian rusak. Apalagi batuan candi berasal dari abad 10, yang rawan rapuh akibat perubahan cuaca.
“Sehingga nanti nampak semua bentuk dan luasan Candi setelah kita mengetahui bentuk dan luasan candi, tentunya akan mudah menghitung kebutuhan ruang bagi candi ini dalam upaya pelestariannya, termasuk pembebasan (lahan) dan pengatapan,” katanya.
Menariknya candi ini menghadap Gunung Semeru dengan membelakangi Gunung Arjuno, jika ditarik garis lurus. Di mana dari dugaan awal tangga masuk candi berada di barat tak ditemukan, maka kesimpulan besar tangga itu berada di sisi timur, dengan posisi bangunan candi menghadap ke Gunung Semeru jika ditarik garis lurus.
“Kemarin saya duga dia ada di sisi barat, ternyata nggak ada, pintu masuk di timur. Keterangan masyarakat ada sumber air di timur, jadi runtutannya sesuai. Menghadap ke Semeru tangganya. Candinya menghadap ke timur (ke Gunung Semeru), karena dari dilihat tangganya, ritualnya hadap ke barat menghadap ke barat (Gunung Arjuno),” ujar Wicaksono.
Dia juga menemukan kembali dua buah benda lainnya peninggalan candi di masa pemerintahan Mpu Sindok. Benda berupa ratna yang merupakan bagian bentuk atap candi, yang biasanya ditemukan di candi dan ambang bilik, yang berada di relung candi.