Misteri 5 Kota yang Hilang Belum Ditemukan hingga Kini, Nomor 3 Banyak Harta Karun
Meskipun Lyonesse sebagian besar disebut dalam cerita legenda dan mitos, tetapi sebagian orang percaya, Lyonesse mewakili kota yang sangat nyata yang tenggelam ke laut bertahun-tahun lalu. Ada beberapa variasi dalam legenda yang melingkupi tenggelamnya daratan.
Sebelum tenggelam, Lyonesse cukup besar, berisi 140 desa dan gereja. Lyonesse dikatakan telah menghilang pada 11 November 1099 (walaupun beberapa cerita menggunakan tahun 1089, dan beberapa berasal dari abad ke-6). Tiba-tiba daratan itu dibanjiri laut hingga seluruh desa ditelan dan orang-orang serta hewan di daerah itu tenggelam. Setelah tertutup air, tanah tersebut tidak pernah muncul kembali.
Sementara dalam kisah Arthurian legendaris, ada beberapa kepercayaan, Lyonesse pernah menjadi tempat yang sangat nyata dan melekat pada Kepulauan Scilly di Cornwall, Inggris. Bukti-bukti menunjukkan, permukaan laut jauh lebih rendah di masa lalu, sehingga sangat mungkin daerah yang dulunya merupakan pemukiman manusia di atas tanah sekarang berada di bawah permukaan laut. Memang, nelayan di dekat Kepulauan Scilly pernah menceritakan kisah mengambil potongan bangunan dan struktur lain dari jaring ikan mereka. Tetapi kisah-kisah itu tak pernah dibuktikan dan dipandang sebagai dongeng belaka oleh beberapa orang.
3. Pencarian El Dorado, Kota Emas yang Hilang
Selama ratusan tahun, pemburu harta karun dan sejarawan sama-sama mencari El Dorado, kota emas yang hilang. Gagasan tentang kota penuh dengan emas dan kekayaan lain tentu saja memiliki daya tarik alami, menarik perhatian individu dari seluruh dunia dengan harapan menemukan harta karun pamungkas dan keajaiban kuno. Terlepas dari banyaknya ekspedisi di seluruh Amerika Latin, kota emas tetap menjadi legenda, tanpa bukti fisik yang mendukung keberadaannya.
Asal usul El Dorado berasal dari cerita legenda suku Muisca. Setelah dua migrasi (satu pada 1270 SM dan satu lagi antara 800 dan 500 SM), suku Muiska menduduki wilayah Cundinamarca dan Boyaca di Kolombia. Menurut legenda, seperti yang tertulis dalam "El Carnero" karya Juan Rodriguez Freyle, Muiska mempraktikkan ritual untuk setiap raja baru yang melibatkan debu emas dan harta berharga lainnya.