Mengenal Sejarah Rempah Nusantara yang Mendunia di Museum Kebangkitan Nasional
"Jalur rempah tidak hanya di Indonesia tapi ada peran Timur Tengah dan Eropa. Rempah penting digunakan di dapur sebagai obat dan banyak manfaat. Orang Eropa mencari sumber rempah. Itu alasan mereka mencari sumber ke Nusantara," ujar Sadiah, melalui keterangannya belum lama ini.
Menurut dia, rempah menyebar melampaui batas ruang dan waktu. Rempah telah ditemukan di dalam tubuh dan makam raja-raja Mesir Kuno dari abad ke-13 SM, hingga hadir dalam sepiring hidangan saat ini.
Pengajuan Jalur Rempah sebagai Warisan Dunia UNESCO
Perlu diketahui, Indonesia melahirkan berbagai jenis rempah raja seperti cengkih, pala, dan cendana yang menjadi komoditas utama. Pada masanya, komoditas rempah-rempah ini bernilai lebih mahal dari emas. Banyaknya artefak, catatan sejarah, dan keunikan budaya dari masa lalu menggambarkan aktivitas masa lampau masyarakat Nusantara yang membangun jalur perdagangan global yang disebut dengan Jalur Rempah (Spice Routes).
Jalur Rempah memiliki nilai sejarah penting yang dapat menjadi wawasan berguna untuk perkembangan perdagangan global. Untuk itu, pada 2017, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menginisiasi pengusulan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid menjelaskan, sejarah jalur rempah dari masa ke masa merupakan contoh nyata diplomasi budaya telah dipraktikkan di segala lini oleh individu, komunitas masyarakat, hingga tingkatan negara-bangsa.