Mengenal Perayaan Hari Waisak, Sejarah hingga Tradisi
Menurut kepercayaan, Siddhartha Gautama meyakini, kekayaan dan kemewahan tidak menjamin kebahagiaan. Jadi, dia melakukan perjalanan sebagai orang suci tunawisma untuk belajar lebih banyak tentang dunia dan melihat penderitaan di dalamnya.
Hari Raya Waisak merupakan perayaan tahunan yang tanggalnya berubah setiap tahun. Namun biasanya, jatuh pada bulan Mei atau awal Juni.
Tradisi saat Waisak
Selain di Indonesia, Buddha juga turut dirayakan di India, Thailand, Korea Utara dan Korea Selatan. Dalam momen perayaan ini, biasanya para pemeluk agama Buddha akan pergi ke kuil lokal dan beberapa bahkan tetap berada di sana sepanjang siang dan malam di bulan purnama.
Beberapa hal yang dilakukan di kuil biasanya bernyanyi, meditasi, dan merenungi ajaran Buddha. Beberapa di antaranya membawa persembahan ke kuil dan berbagi makanan dengan orang-orang.

Ada pula upacara yang disebut Memandikan Buddha, di mana air disiramkan ke pundak Buddha agar mengingatkan orang-orang untuk menjernihkan pikiran mereka dari pikiran negatif seperti keserakahan dan kebencian.
Bagi yang merayakan Hari Waisak di rumah, mereka bisa mendekorasi tempat tinggalnya dengan lentera dan mengenakan busana berwarna putih khusus untuk memperingati hari suci tersebut.
Editor: Vien Dimyati