Kota Lama Semarang, Bertahan di Tengah Gerusan Zaman
SEMARANG, iNews.id – Banyak destinasi menarik dan bersejarah yang bisa dikunjungi di Semarang, Jawa Tengah. Kawasan Kota Lama Semarang bisa menjadi salah satu pilihan.
Turun dari kereta di Stasiun Tawang, saya seakan memasuki lorong waktu di kawasan Kota Lama Semarang. Puluhan bangunan yang telah berusia sekitar dua abad menjadi saksi bisu penjajahan Belanda. Outstadt (Kota Tua) atau Little Netherland (Belanda Kecil), demikian sebutan kawasan seluas 31 hektare ini.
Setelah setahun direvitalisasi dengan biaya Rp156 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kota Lama Semarang mulai menampakkan keelokannya. Jalan, pedestrian, dan saluran air diperbaiki. Lantaran bahan material pedestriannya diubah dari paving biasa menjadi batu alam, dananya membengkak menjadi Rp200 miliar.
Karena perubahan desain, tenggat revitalisasi Kota Lama Semarang pun molor dari Desember 2018 menjadi Mei 2019. Targetnya, kawasan ini masuk daftar warisan budaya dunia (world heritage) Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organiazation/UNESCO).
Arsitektur bangunan di sini bergaya Eropa abad ke-18. Pintu dan jendelanya berukuran besar, berkaca patri aneka warna, beratap unik, serta punya ruang bawah tanah. Gereja Blenduk atau GPIB Immanuel Semarang yang bersegi delapan (oktagonal) merupakan bangunan terindah. Kubah gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang terletak Jalan Letjen Suprapto 32 ini, dilapisi perunggu dengan orgel tua di dalamnya.